ETIKA GAUL ISLAM KARYA ZENAN ASHARFILLAH
LAPORAN BUKU
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Salati Asmahasanah, S.Pd., M.Pd.
Disusun Oleh :
Cinthya Oktavia
161104090157
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS IBN KHALDUN
BOGOR
2016
LAPORAN BUKU
ETIKA GAUL ISLAM
KARYA ZENAN ASHARFILLAH
Cinthya
Oktavia
161104090157
Pendidikan
Agama Islam
A. Identitas
Buku
Judul :
Etika Gaul Islam
Penulis :
Zenan Asharfillah
Penerbit : Lini
Zikrul Remaja
Cetakan :
September 2006
Tebal :
126 halaman
Ukuran :
120x190 cm
ISBN :
979-9140-29-3
B.
Pendahuluan
Buku yang ditulis oleh Zenan
Asharfillah, seorang pengamat sosial ini mengangkat persoalan-persoalan yang
berkaitan erat dengan cara berfikir masyarakat muslim Indonesia pada umumnya
dalam menyikapi fenomena sosial yang semakin hari semakin berkembang dan
norma-norma yang semakin lama semakin bertambah. Ironisnya, segala sesuatu yang
sebenarnya baik menurut nilai-nilai Islam terkadang dianggap bertentangan
dengan kemajuan zaman dan tidak dapat mengikuti arus globalisasi. Yang lebih
memperihatinkan lagi, sering kali mereka tidak mau direpotkan dengan
nilai-nilai Islam dan dengan berbagai macam alasan, mereka tidak ingin dianggap
sebagai orang sekuler sehingga mereka memilih untuk mencari pembenaran untuk
menjauhkan diri dari nilai-nilai Islam.
Etika adalah cermin kepribadian setiap
manusia. Islam sangat memperhatikan etika dan norma yang dianut oleh para
pemeluknya dengan mengatur hal itu secara baik dan indah. Etika dan norma yang
diatur Islam itulah yang nantinya akan menjadikan setiap manusia sebagai
makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia.
Buku ini dimaksudkan untuk membenahi
etika dan norma yang semakin tidak beraturan dan menyimpang jauh dari
nilai-nilai Islam yang telah diajarkan oleh para pendahulu Islam semenjak 14
abad yang lalu sehingga manusia dapat mengamalkan kembali etika dan norma yang
sesuai dengan kaidah Islam. Keterkaitan yang sangat erat antara akhlak dan
proses penciptaan manusia menjadi faktor lain yang menggugah penulis untuk
mengkaji isi buku tersebut yang hasilnya penulis sususn dalam bentuk laporan
buku.
C.
Ringkasan isi buku
Buku berjudul “Etika Gaul Islam” karya
Zenan Asharfillah terdiri atas 9 bab. Buku ini berisi tentang bagaimana
sebenarnya etika- etika yang benar dalam islam. Sebenarnya etika-etika dalam
islam itu tidak sesulit yang orang-orang bayangkan. Karena agama islam sendiri
adalah agama yang mudah.
Islam datang untuk menyelamatkan
umat manusia seluruhnya dari kegalauan yang meliputi pikiran dan kehidupannya
setra memberatinya. (Islam pun datang) untuk menyelamatkan manusia dari
kerancuan yang telah menyesatkan pikiran dan kehidupannyauntuk membangun konsep
yang khusus dan unik bagi manusia dan kehidupan lain yang berjalan sesuai
denga sistem Allah yang
lurus.Namun,seluruh umat manusia kini kembali lagi kepada kegalauan dan
kerancuan itu.
Kegalauan dan kerancuan yang
membuat manusia kehilangan nilai dan tujuan di dalam hidupnya. Kegalauan dan
kerancuan yang berarti memberati dan menyesatkan hidup manusia sehingga
terkadang bunuh diri dianggap sebagai jalan pembebasan atau ketenaran sebagai
cita-cita hidup mereka.Ibadah akan menenangkan hati nurani manusia. Ini
sifatnya sangat pribadi. Semuanya bergantung pada ketebukaan setiap umat
manusia terhadap ajaran Islam. Setelah itu disadari sepenuhnya,Islam akan
membantu membentuk rumah tangga atau keluarga yang suci dan sakinah dengan ibadah sebagi dasarnya.Berikutnya
lagi,Islam akan meningkatkan kualitas hidup manusia karena kurang landasan
hidup manusia terbentuk melalui nurani yang baik.
Islam tahu manusia selalu
“mencari” (mankind is always on the quest). Namun,Islam tidak akan membiarkan
manusia terombang-ambing dalam pencariannya. Islam tidak ingin manusia terjebak
dalam mitos atau mistik yang menyertai keberagamannya. Islam pun tidak ingin
manusia tersesat atas nama kebebasan hanya karena islam sangat menghargai
kualitas hidup manusia di dunia dan akhirat. Untuk itu Islam disebarkan sbagai
agama yang sederhana dam mudah.
Pertama,ajaran Islam tentang
Tuhan sangat sedehana:La ilaha illallah (Tidak ada Tuhan selain
Allah).kesederhanaan itu sekaligus penolakan pada unsur-unsur lain yang
menyertai-Nya, Besar atau kecil; seperti mitos,mistik,penyimpangan dalam
penyifatan Allah,atau mediasi dalam ritual peribadahan. Selain itu,manusia
dapat berhubungan dengan Allah dalam batas kemampuan jiwanya.
Kedua,ajaran Islam sangat
memahami kebutuhan dasar manusia,yaitu kebutuhan jasmani dan rohani.Islam tidak
mempertentangkan perkembangan keduanya
di dalam diri manusia sehingga pemenuhan kebutuhan jasmani dapat pula menunjang
peningkatan rohani jika dilakukan dalam batas-batas kewajaran Islam.
Ketiga,ajaran Islam amat
memahami manusia yang selalu berbuat salah.Oleh karena itu,Islam memiliki
konsep yang unik tentang dosa dan ampunan. Diantara konsep itu,Allah tidak akan
menghisab manusia atas kesalahan yang dilakukan karena tidak sengaja, diluar
kesadaran,lupa atau dipaksa.
Keempat,ajaran Islam memahami
kemampuan manusia dalam menanggung beban atau tanggung jawab agama yang
bersifat individu maupun kolektif.Hal
itu berkaitan dengan kesenangan dunia yang sering kali menghambat manusia untuk
menanggung beban dan tanggung jawab agama.Begitupun dengan kebencian dan amarah
yang ada pada diri manusia.sama hal nya dengan pemahaman Islam tentang jasmani
dan rohani manusia,Islam pun memahami amarah dan kebencian yang ada dalam diri
manusia.
Kelima,ajaran Islam memahami
kecenderungan manusia pada pencipta. Tentu saja karena Islam adalah ajaran
Allah,Tuhan yang menciptakan manusia.Untuk itu Islam mengaturnya dengan syariat
yang mudah. Mulai dari penjelasan hakikat Tuhan Yang Maha Esa hingga
pelaksanaan ibadah yang tidak memerlukan perantaraan.Sungguh inilah syariat
yang mudah bagi manusia.
D.
Pembahasan
Pengertian
Akhlak
Kata “akhlak”
(Akhlaq) berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk jamak dari ”khuluq” yang
menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Kata
tersebut mengandung segi persesuaian dengan kata ”khalq” yang berarti kejadian.
Ibnu ‘Athir menjelaskan bahwa khuluq adalah gambaran batin manusia yang
sebenarnya (yaitu jiwa dan sifat-sifat batiniah), sedang khalq merupakan
gambaran bentuk jasmaninya (raut muka, warna kulit,tinggi rendah badan, dan
lain sebagainya). Kata khuluq sebagai bentuk tunggal dari akhlak, tercantum
dalam Al-quran surah Al-Qalam(68):4, yang artinya:”Sesungguhnya engkau
(Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung” Kata akhlak juga dapat kita
temukan dalam hadis yang sangat populer yang diriwayatkan oleh Imam Malik, yang
artinya:”Bahwasanya aku (Muhammad) diutus tidak lain adalah untuk
menyempurnakan akhlak mulia”;. Secara terminologis, terdapat beberapa definisi
akhlak yang dikemukakan oleh para ahli. Ahmad Amin mendefinisikan akhlak
sebagai”kehendak yang dibiasakan”. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa akhlak
adalah “sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan
dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”. Sedangkan Abdullah
Darraz mengemukakan bahwa akhlak adalah “suatu kekuatan dalam kehendak yang
mantap yang membawa kecendrungan kepada pemilihan pada pihak yang benar (akhlak
yang baik) atau pihak yang jahat (akhlak yang buruk)”. Selanjutnya menurut Abdullah
Darraz,perbuatan-perbuatan manusia dapat dianggap sebagai manifestasi dari
akhlaknya, apabila memenuhi dua syarat, yaitu :
1.
Perbuatan
perbuatan itu dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga menjadi
suatu kebiasaan bagi pelakunya.
2.
Perbuatan-perbuatan
itu dilakukan karena dorongan jiwanya, bukan karena adanya tekanan dari
luar,seperti adanya paksaan yang menimbulkan ketakutan atau bujukan dengan
harapan mendapatkan sesuatu.
Disamping istilah “akhlak”, kita juga
mengenal istilah “etika” dan ‘moral”. Ketiga istilah itu sama-sama menentukan
nilai baik dan buruk dari sikap dan perbuatan manusia.Perbedaannya terletak
pada standar masing-masing. Akhlak standarnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan
etika standarnya pertimbangan akal pikiran,dan moral standarnya adat kebiasaan
yang umum berlaku di masyarakat
Pengertian
Etika
Perkataan etika berasal
dari bahasa yunani ethos yang berarti adat kebiasaan.Di dalam kamus istilah
pendidikan dan umum dikatakan bahwa etika adalah bagian dari filsafat yang
mengajarkan keluhuran budi (baik dan buruk). Menurut Dr. H. Hamzah ya’qub “
etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan
memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal
pikiran”.( Asmaran, 1992: 7). Etika menurut Ki Hajar Dewantara“ etika adalah
ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia
semuanya”. (Saputra, 2004: 59).
Pengertian
Moral
Perkataan moral
berasal dari bahasa Latin mores yaitu jamak dari mos yang berarti adat
kebiasaan. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah
baik buruk perbuatan dan perkataan. Moral merupakan istilah yang digunakan
untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai atau hukum
baik dan buruk.Perbedaan antara moral dan etika yaitu, etika lebih banyak
bersifat teoritis sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis.Etika memandang
tingkah laku manusia saecara umum, sedangkan moral secara lokal. Moral
menyatakan ukuran, sedangkan etika menjelaskan ukuran itu.(Asmaran, 1992: 8-9).
KONSEP
AKHLAK
Dari beberapa pengertian tersebut
diatas, dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah tabiat atau sifat seseorang, yakni
keadaan jiwa yang telah terlatih, sehinnga dalam jiwa tersebut benar-benar
telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan
spontan,tanpa dipikirkan dan diangan-angankan terlebih dahulu. Hal itu tidak
berarti bahwa perbuatan tersebut dilakukan dengan tidak sengaja atau tidak
dikehendaki. Hanya saja karena yang demikian itu dilakukan berulang-ulang
sehingga sudah menjadi kebiasaan, maka perbuatan itu muncul dengan mudah tanpa
dipikir dan dipertimbangkan lagi. Sebenarnya akhlak itu sendiri bukanlah
perbuatan, melainkan gambaran batin (jiwa) yang tersembunyi dalam diri manusia.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa akhlak adalah nafsiyah (sesuatu yang
bersifat kejiwaan/abstrak), sedangkan bentuknya yang kelihatan berupa tindakan
(mu’amalah) atau tingkah laku (suluk) merupakan cerminan dari akhlak tadi.
Seringkali suatu perbuatan dilakukan secara kebetulan tanpa adanya kemauan atau
kehendak, dan bisa juga perbuatan itu dilakukan sekali atau beberapa kali saja,
atau barangkali perbuatan itu dilakukan tanpa disertai ikhtiar (kehendak bebas)
karena adanya tekanan atau paksaan. Maka perbuatan-perbuatan tersebut diatas
tidak dapat dikategorikan sebagai akhlak. Sebagai contoh, seseorang tidak dapat
dikatakan berakhlak dermawan, apabila perbuatan memberikan hartanya itu
dilakukan hanya sekali atau dua kali saja, atau mungkin dia memberikan itu
karena terpaksa (disebabkan gengsi atau dibawah tekanan) yang sebenarnya dia
tidak menghendaki untuk melakukannya, atau mungkin untuk memberikan hartanya
itu dia masih merasa berat sehingga memerlukan perhitungan dan pertimbangan. Padahal
factor kehendak ini memegang peranan yang sangat penting, karena dia
menunjukkan adanya unsur ikhtiar dan kebebasan,sehingga suatu perbuatan bisa
disebut perbuatan akhlak.
E.
Penutup
Keunggulan dari buku ini iyalah seperti
penjelasannya yang disertai dengan dalil-dalil dari Al-Quran sehingga
penjelasan-penjelasan tersebut akan lebih jelas. Selain itu bahasa yang
digunakan juga mudah dipahami. Juga dilengkapi dengan beberapa gambar
ilustrasi. Selain itu buku ini ditulis dengan bahasa yang cukup enteng, khususnya
bagi para remaja sehingga mereka dapat memahami etika dan norma sesuai dengan
nilai-nilai Islam secara utuh. Kajian masalah yang disesuaikan dengan realita
kehidupan manusia yang sesungguhnya membuat para pembaca mampu mengambil
nilai-nilai kehidupan yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.
Namun, disisi lain kelemahan dari buku
ini mungkin terdapat pada font-font
tulisannya, dan buku ini masih menggunakan tata bahasa yang sedikit sulit
dicerna oleh beberapa kalangan sehingga dapat dipastikan ada beberapa pihak
yang kurang mengerti akan beberapa pembahasan yang tertuang didalam buku
tersebut.
Daftar Pustaka
Ansharfillah,
Zenan. Etika Gaul Islam. Jakarta:
Lini Zikrul Remaja. 2006
Nurasmawi.
Buku Ajar Aqidah Akhlak, Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau. 2011
Anwar,
Khairul. Pengantar Studi Islam : Rajawali Pers. 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar