Jumat, 12 Januari 2018

Laporan Buku Etika Gaul Islam



ETIKA GAUL ISLAM KARYA ZENAN ASHARFILLAH


LAPORAN BUKU
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Salati Asmahasanah, S.Pd., M.Pd.


Disusun Oleh :
Cinthya Oktavia
161104090157



 






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
2016
LAPORAN  BUKU ETIKA GAUL ISLAM
KARYA ZENAN ASHARFILLAH

Cinthya Oktavia
161104090157
Pendidikan Agama Islam


A.     Identitas Buku
Judul        : Etika Gaul Islam
Penulis     : Zenan Asharfillah
Penerbit    : Lini Zikrul Remaja
Cetakan    : September 2006
Tebal        : 126 halaman
Ukuran     : 120x190 cm
ISBN       : 979-9140-29-3

B.       Pendahuluan
Buku yang ditulis oleh Zenan Asharfillah, seorang pengamat sosial ini mengangkat persoalan-persoalan yang berkaitan erat dengan cara berfikir masyarakat muslim Indonesia pada umumnya dalam menyikapi fenomena sosial yang semakin hari semakin berkembang dan norma-norma yang semakin lama semakin bertambah. Ironisnya, segala sesuatu yang sebenarnya baik menurut nilai-nilai Islam terkadang dianggap bertentangan dengan kemajuan zaman dan tidak dapat mengikuti arus globalisasi. Yang lebih memperihatinkan lagi, sering kali mereka tidak mau direpotkan dengan nilai-nilai Islam dan dengan berbagai macam alasan, mereka tidak ingin dianggap sebagai orang sekuler sehingga mereka memilih untuk mencari pembenaran untuk menjauhkan diri dari nilai-nilai Islam.
Etika adalah cermin kepribadian setiap manusia. Islam sangat memperhatikan etika dan norma yang dianut oleh para pemeluknya dengan mengatur hal itu secara baik dan indah. Etika dan norma yang diatur Islam itulah yang nantinya akan menjadikan setiap manusia sebagai makhluk yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia.
Buku ini dimaksudkan untuk membenahi etika dan norma yang semakin tidak beraturan dan menyimpang jauh dari nilai-nilai Islam yang telah diajarkan oleh para pendahulu Islam semenjak 14 abad yang lalu sehingga manusia dapat mengamalkan kembali etika dan norma yang sesuai dengan kaidah Islam. Keterkaitan yang sangat erat antara akhlak dan proses penciptaan manusia menjadi faktor lain yang menggugah penulis untuk mengkaji isi buku tersebut yang hasilnya penulis sususn dalam bentuk laporan buku.

C.     Ringkasan isi buku
Buku berjudul “Etika Gaul Islam” karya Zenan Asharfillah terdiri atas 9 bab. Buku ini berisi tentang bagaimana sebenarnya etika- etika yang benar dalam islam. Sebenarnya etika-etika dalam islam itu tidak sesulit yang orang-orang bayangkan. Karena agama islam sendiri adalah agama yang mudah.
Islam datang untuk menyelamatkan umat manusia seluruhnya dari kegalauan yang meliputi pikiran dan kehidupannya setra memberatinya. (Islam pun datang) untuk menyelamatkan manusia dari kerancuan yang telah menyesatkan pikiran dan kehidupannyauntuk membangun konsep yang khusus dan unik bagi manusia dan kehidupan lain yang berjalan sesuai denga  sistem Allah yang lurus.Namun,seluruh umat manusia kini kembali lagi kepada kegalauan dan kerancuan itu.
Kegalauan dan kerancuan yang membuat manusia kehilangan nilai dan tujuan di dalam hidupnya. Kegalauan dan kerancuan yang berarti memberati dan menyesatkan hidup manusia sehingga terkadang bunuh diri dianggap sebagai jalan pembebasan atau ketenaran sebagai cita-cita hidup mereka.Ibadah akan menenangkan hati nurani manusia. Ini sifatnya sangat pribadi. Semuanya bergantung pada ketebukaan setiap umat manusia terhadap ajaran Islam. Setelah itu disadari sepenuhnya,Islam akan membantu membentuk rumah tangga atau keluarga yang suci dan sakinah   dengan ibadah sebagi dasarnya.Berikutnya lagi,Islam akan meningkatkan kualitas hidup manusia karena kurang landasan hidup manusia terbentuk melalui nurani yang baik.
Islam tahu manusia selalu “mencari” (mankind is always on the quest). Namun,Islam tidak akan membiarkan manusia terombang-ambing dalam pencariannya. Islam tidak ingin manusia terjebak dalam mitos atau mistik yang menyertai keberagamannya. Islam pun tidak ingin manusia tersesat atas nama kebebasan hanya karena islam sangat menghargai kualitas hidup manusia di dunia dan akhirat. Untuk itu Islam disebarkan sbagai agama yang sederhana dam mudah.
Pertama,ajaran Islam tentang Tuhan sangat sedehana:La ilaha illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah).kesederhanaan itu sekaligus penolakan pada unsur-unsur lain yang menyertai-Nya, Besar atau kecil; seperti mitos,mistik,penyimpangan dalam penyifatan Allah,atau mediasi dalam ritual peribadahan. Selain itu,manusia dapat berhubungan dengan Allah dalam batas kemampuan jiwanya.
Kedua,ajaran Islam sangat memahami kebutuhan dasar manusia,yaitu kebutuhan jasmani dan rohani.Islam tidak mempertentangkan  perkembangan keduanya di dalam diri manusia sehingga pemenuhan kebutuhan jasmani dapat pula menunjang peningkatan rohani jika dilakukan dalam batas-batas kewajaran Islam.
Ketiga,ajaran Islam amat memahami manusia yang selalu berbuat salah.Oleh karena itu,Islam memiliki konsep yang unik tentang dosa dan ampunan. Diantara konsep itu,Allah tidak akan menghisab manusia atas kesalahan yang dilakukan karena tidak sengaja, diluar kesadaran,lupa atau dipaksa.
Keempat,ajaran Islam memahami kemampuan manusia dalam menanggung beban atau tanggung jawab agama yang bersifat individu maupun  kolektif.Hal itu berkaitan dengan kesenangan dunia yang sering kali menghambat manusia untuk menanggung beban dan tanggung jawab agama.Begitupun dengan kebencian dan amarah yang ada pada diri manusia.sama hal nya dengan pemahaman Islam tentang jasmani dan rohani manusia,Islam pun memahami amarah dan kebencian yang ada dalam diri manusia.
Kelima,ajaran Islam memahami kecenderungan manusia pada pencipta. Tentu saja karena Islam adalah ajaran Allah,Tuhan yang menciptakan manusia.Untuk itu Islam mengaturnya dengan syariat yang mudah. Mulai dari penjelasan hakikat Tuhan Yang Maha Esa hingga pelaksanaan ibadah yang tidak memerlukan perantaraan.Sungguh inilah syariat yang mudah bagi manusia.




D.     Pembahasan
Pengertian Akhlak
Kata “akhlak” (Akhlaq) berasal dari bahasa Arab, merupakan bentuk jamak dari ”khuluq” yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi persesuaian dengan kata ”khalq” yang berarti kejadian. Ibnu ‘Athir menjelaskan bahwa khuluq adalah gambaran batin manusia yang sebenarnya (yaitu jiwa dan sifat-sifat batiniah), sedang khalq merupakan gambaran bentuk jasmaninya (raut muka, warna kulit,tinggi rendah badan, dan lain sebagainya). Kata khuluq sebagai bentuk tunggal dari akhlak, tercantum dalam Al-quran surah Al-Qalam(68):4, yang artinya:”Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung” Kata akhlak juga dapat kita temukan dalam hadis yang sangat populer yang diriwayatkan oleh Imam Malik, yang artinya:”Bahwasanya aku (Muhammad) diutus tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia”;. Secara terminologis, terdapat beberapa definisi akhlak yang dikemukakan oleh para ahli. Ahmad Amin mendefinisikan akhlak sebagai”kehendak yang dibiasakan”. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa akhlak adalah “sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”. Sedangkan Abdullah Darraz mengemukakan bahwa akhlak adalah “suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap yang membawa kecendrungan kepada pemilihan pada pihak yang benar (akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (akhlak yang buruk)”. Selanjutnya menurut Abdullah Darraz,perbuatan-perbuatan manusia dapat dianggap sebagai manifestasi dari akhlaknya, apabila memenuhi dua syarat, yaitu :
1.             Perbuatan perbuatan itu dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga menjadi suatu kebiasaan bagi pelakunya.
2.             Perbuatan-perbuatan itu dilakukan karena dorongan jiwanya, bukan karena adanya tekanan dari luar,seperti adanya paksaan yang menimbulkan ketakutan atau bujukan dengan harapan mendapatkan sesuatu.
Disamping istilah “akhlak”, kita juga mengenal istilah “etika” dan ‘moral”. Ketiga istilah itu sama-sama menentukan nilai baik dan buruk dari sikap dan perbuatan manusia.Perbedaannya terletak pada standar masing-masing. Akhlak standarnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah. Sedangkan etika standarnya pertimbangan akal pikiran,dan moral standarnya adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat
Pengertian Etika
Perkataan etika berasal dari bahasa yunani ethos yang berarti adat kebiasaan.Di dalam kamus istilah pendidikan dan umum dikatakan bahwa etika adalah bagian dari filsafat yang mengajarkan keluhuran budi (baik dan buruk). Menurut Dr. H. Hamzah ya’qub “ etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran”.( Asmaran, 1992: 7). Etika menurut Ki Hajar Dewantara“ etika adalah ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia semuanya”. (Saputra, 2004: 59).    
Pengertian Moral
Perkataan moral berasal dari bahasa Latin mores yaitu jamak dari mos yang berarti adat kebiasaan. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah baik buruk perbuatan dan perkataan. Moral merupakan istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai atau hukum baik dan buruk.Perbedaan antara moral dan etika yaitu, etika lebih banyak bersifat teoritis sedangkan moral lebih banyak bersifat praktis.Etika memandang tingkah laku manusia saecara umum, sedangkan moral secara lokal. Moral menyatakan ukuran, sedangkan etika menjelaskan ukuran itu.(Asmaran, 1992: 8-9).

KONSEP AKHLAK
Dari beberapa pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa akhlak adalah tabiat atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang telah terlatih, sehinnga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan,tanpa dipikirkan dan diangan-angankan terlebih dahulu. Hal itu tidak berarti bahwa perbuatan tersebut dilakukan dengan tidak sengaja atau tidak dikehendaki. Hanya saja karena yang demikian itu dilakukan berulang-ulang sehingga sudah menjadi kebiasaan, maka perbuatan itu muncul dengan mudah tanpa dipikir dan dipertimbangkan lagi. Sebenarnya akhlak itu sendiri bukanlah perbuatan, melainkan gambaran batin (jiwa) yang tersembunyi dalam diri manusia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa akhlak adalah nafsiyah (sesuatu yang bersifat kejiwaan/abstrak), sedangkan bentuknya yang kelihatan berupa tindakan (mu’amalah) atau tingkah laku (suluk) merupakan cerminan dari akhlak tadi. Seringkali suatu perbuatan dilakukan secara kebetulan tanpa adanya kemauan atau kehendak, dan bisa juga perbuatan itu dilakukan sekali atau beberapa kali saja, atau barangkali perbuatan itu dilakukan tanpa disertai ikhtiar (kehendak bebas) karena adanya tekanan atau paksaan. Maka perbuatan-perbuatan tersebut diatas tidak dapat dikategorikan sebagai akhlak. Sebagai contoh, seseorang tidak dapat dikatakan berakhlak dermawan, apabila perbuatan memberikan hartanya itu dilakukan hanya sekali atau dua kali saja, atau mungkin dia memberikan itu karena terpaksa (disebabkan gengsi atau dibawah tekanan) yang sebenarnya dia tidak menghendaki untuk melakukannya, atau mungkin untuk memberikan hartanya itu dia masih merasa berat sehingga memerlukan perhitungan dan pertimbangan. Padahal factor kehendak ini memegang peranan yang sangat penting, karena dia menunjukkan adanya unsur ikhtiar dan kebebasan,sehingga suatu perbuatan bisa disebut perbuatan akhlak.

E.     Penutup
Keunggulan dari buku ini iyalah seperti penjelasannya yang disertai dengan dalil-dalil dari Al-Quran sehingga penjelasan-penjelasan tersebut akan lebih jelas. Selain itu bahasa yang digunakan juga mudah dipahami. Juga dilengkapi dengan beberapa gambar ilustrasi. Selain itu buku ini ditulis dengan bahasa yang cukup enteng, khususnya bagi para remaja sehingga mereka dapat memahami etika dan norma sesuai dengan nilai-nilai Islam secara utuh. Kajian masalah yang disesuaikan dengan realita kehidupan manusia yang sesungguhnya membuat para pembaca mampu mengambil nilai-nilai kehidupan yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam.
Namun, disisi lain kelemahan dari buku ini  mungkin terdapat pada font-font tulisannya, dan buku ini masih menggunakan tata bahasa yang sedikit sulit dicerna oleh beberapa kalangan sehingga dapat dipastikan ada beberapa pihak yang kurang mengerti akan beberapa pembahasan yang tertuang didalam buku tersebut.  



Daftar Pustaka

Ansharfillah, Zenan. Etika Gaul Islam. Jakarta: Lini Zikrul Remaja. 2006
Nurasmawi. Buku Ajar Aqidah Akhlak, Pekanbaru : Yayasan Pusaka Riau. 2011
Anwar, Khairul. Pengantar Studi Islam : Rajawali Pers. 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar